I Want Tell You
Kotak Masuk
| x |
28 Jul | ![]() ![]() | ||
Hey Nara,
Long no see you :)
Long no see you :)
Sometime I miss you. Oh, bukan. Aku bukan rindu padamu, tapi rindu pada kenangan kita. Rindu pada saat-saat kita masih bersama. Rindu tentang apa yang telah kita lalui namun bukan rindu padamu.
Uhmm, I'm sorry. Maaf untuk semuanya. Semua tingkah kekanakanku. Pergi tanpa sepatah katapun. Ternyata sekian lama bersama tetap saya ya, kamu adalah laki-laki yang akan meninggalkan saya ketika saya mengatakan, "ya sudah pergi saja duluan". Masih saja laki-laki seperti terakhir kali saya temui. Saya pikir kamu akan mencoba menghubungi saya duluan setelah saya meninggalkanmu. Ternyata setelah sekiaan lama berlalu kamu tetap saja diam di tempatmu. Diam tak bergeming mendekat pada saya. *sambil senyum saya nulis ini* Padahal saya menunggumu menghubungi saya. Dan sampai sekarangpun kamu tidak menghubungi saya. Oke, inipun bagus.
Mengenai kenapa saya meninggalkan kamu tanpa sepatah katapun. Kamu ingat kejadian sebelum terakhir kita bertemu? Ya, kejadian dimana kamu memutuskan sesuatu untuk kita berdua. Saya kecewa. Tapi bukan atas keputusan itu. Kamu ingat setelah keputusan yang kamu buat saya masih ingin berdamai dan ingin mengajakmu bicara? Kamu ingat apa reaksimu?
Jika tidak mari saya ingatkan.
Hari itu jelang akhir bulan sebelum musih hujan berakhir. Saya tak ingin ingatkan keputusan apa yang kamu buat waktu itu. Tapi saya ingat betul saya sudah bilang saya memaafkan kamu atas segala keputusan berat yang kamu ambil hari itu. Itu baik untuk kita berdua. Kemudian aku mengajakmu tetap pergi keesokan harinya. Aku pikir sebelum kamu pergi kamu akan pergi bersamaku seperti sebelum-sebelumnya.Sayangnya, itu hanya pikiranku. Aku kecewa terlebih alasanmu menolak pergi. Apa alasanmu waktu itu aku harap kamu ingat sendiri. (Jika kamu tak ingat, itu lebih bagus. Itu tanda bagi saya bahwa segala sesuatu yang pernah kita jalani bersama memang bukanlah apa-apa.)
Saya kecewa dan terus menghindari pertemuan denganmu. Kamu ingat? Iya, saya sengaja hingga akhirnya saya mendapat kabar gembira ini. Yeah, I'm here. Saya sudah lebih baik dari hari itu. Saya tahu saya turut andil dalam perpisahan kita. Saya tahu sayapun bersalah.
Di masa lalu, semasa kita hanya teman biasa, ada banyak yang sudah saya lakukan yang mungkin tanpa sengaja menyakitimu. Mengingat itu, saya pikir wajar kalau kamu tidak menghubungi saya ketika saya tidak menghubungimu. Wajar ketika kamu tidak memperjuangkan saya lagi seperti dulu. Kalau dulu ketika saya meninggalkanmu tanpa mengakhiri dengan jelas semuanya, sekarang saya menghubungimu untuk memberitahu hal penting.
Perjalanan saya di sini sangat menyenangkan. Bertemu banyak cerita, berkenalan dengan banyak teman dan merasakan banyak pengalaman. Dari perjalanan itu saya sadar bahwa apa yang dulu ada diantara kita sekarang telah tiada. Itu hanya bagian dari hidup saya karena kamu tidak berjuang hingga sayapun enggan berjuang. Sekarang, dari keenganan kita berjuang maka kita tidak ada sekarang yang ada hanya aku dan kamu dengan cerita kita masing-masing. Tidak ada cerita kita. Maka, asumsinya adalah jika aku dan kamu tanpa cerita kita tidak berjuang maka semua akan tetap berujung pada ketiadaan cerita untuk mendatang. Maka jika memang cerita itu sudah menuju pada aku dan kamu bukan kita, itulah jalan masing-masing diantara kita. Aku ikhlas jika itu memang hanya bagian dari cerita hidupku.
Entah sejak kapan aku suka berkata "tidak apa-apa". Namun aku senang mengatakan ini. Tidak apa-apa kalau kamu tidak berjuang untuk saya. Tidak apa-apa kalau kamu berjuang untuk orang lain. Tidak apa-apa kalau kita berjalan di hidup kita masing-masing. Tidak apa-apa. Atau kalaupun kita bersama kemudian berpisah lagi (setidaknya dipisahkan kematian) itupun tidak apa-apa.
Dulu saya pernah memintamu berjuang. Sekarang saya tidak akan memaksamu lagi. Jika memang semua hanya kenangan yang kini tidak ada sayapun senang. Tidak apa-apa kalau kamu bersama orang lain. Saya mengikhlaskan itu. Dengan begitu saya dapat lebih bahagia, juga saya lebih dapat menerima orang-orang yang hadir dalam hidup saya. Saya menerima ini sebagai bagian dari perjalanan saya. Nama saya Aira kan. Iya, saya hanya perlu mengalir dalam kehidupan ini.
Kamu berhak memutuskan apapun dihidupmu. Segala keputusan itu hanya akan membawa kita pada keputusan-keputusan lainnya. Apapun keputusanmu saya akan menghormatinya karena saya suka ketika saya memutuskan sesuatu untuk hidup saya, orang lain menghormati keputusan saya.
Sudah itu saja. Terimakasih atas semuanya yang pernah berlalu. Apapun yang telah membuat saya kecewa, saya telah memaafkan hingga kelak ketika kita bertemu lagi tidak akan ada dendam ataupun sakit hati.
Saya bahagia.
Semoga kamupun bahagia. Terimakasih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar