. Lama juga ya. Kalau diingat lagi udah hampir setahun aku sadar mulai mencintai cintaku sekarang. Setahun itu cepet ya? Sejak Januari lalu padahal ketakutan banget bakalan ditinggal dia, tapi ternyata ditinggal dia gak semenakutkan yang aku bayangkan. Setahun juga keluargaku berubah Dan aku mulai membenci senja. Tapi bulan demi bulan aku mulai menerima senja. Walau senta tetap mengingatkanku bahwa ada banyak.lenangan kami ketika senja. Andai saja satu diantara kami masih mau berjuang dan bertahan maka senja tak akan semenyakitkan hari-hari yang harus kulalui kini.
Belakangan ada banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan. Buat aku gak ke pantai menyaksikan setiap harapanku telah tenggelam hilang bersama senja. Sedih dab sakit tapi dengan menyaksikannya aku bisa belajar mengenai tumbuh Dewasa. Belajar mengenai kebahagiaan yang aku ciptakan dan musnakan sendiri.
Aku rindu senja. Rindu senja kami semua
berkumpul dan tertawa bersama. Duduk dan bercerita bersama. Aku rindu senja. Aku rindu senja katika lukaku terobati dengan bertemunya kami di sebuah tempat terindah bernama rumah. Sebuah tempat dimana aku dapat menumpahkan segala keluh kesahku. Aku didengar dan meperoleh semangat baru
Tapi kini? Rumah itu telah sepi.
Aku bahkan tak kenal lagi itu sebagao sebuah rumah. Sayang ya?
Tiap senja aku hanya mampu mengenang dan membiarkan kenanga itu musnah bersama air mataku.
Kini aku hanya punya diriku sendiri untuk bisa berdiri. Aku tak bisa lagi mengharapkab siapapun bertahan seperti aku. Seandainya saja hari di bulan juli ini tak pernah terjadi mungkin aku masih punya mereka. Tapi itu semua sudah lama sekali. Lama sekali. Dan aku akan bertahan
Bukankah tuhan memberikan segala sesuatu karena ia tahu kita mampu? Ya aku mampu. Dan badai pasti berlalu hingga senjaku kembali terlukis indah. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar