Belakangan ingatan ini sering memunculkan kejadian-kejadian dalam hidup yang telah terjadi. Melihat aku dimasa lalu dan melihat aku hari, kadang pengen berkata "Hey, ITU BUKAN AKU". Yup, aku yang dulu seratus delapan puluh derat berbeda.
Aku yang ambisius,
Aku yang emosional,
Aku yang suka berteriak,
Aku yang selalu marah,
Aku yang mudah kesal,
Aku yang manja,
Aku yang selalu bergantung sama Bapak,
Aku yang selalu merengek sama Ibu,
Aku yang tak suka mengalah sama adik-adik,
Aku, aku, aku yang begitu terpuruk,
Aku yang sangat buruk,
Aku yang sangat mahal memberikan senyum...
Yes, Itu aku. Bahkan ada seribu keburukan lagi tentangku.
Aku yang pernah membully teman SDku hingga dia tak punya teman.
Aku yang takut ditinggalkan oleh cinta pertamaku.
Aku yang ingin menikah dengan cinta pertamaku.
Aku yang ....
Siapa sangka, sekian langkahku dari ribuan hari yang telah berlalu itu kini aku yang terkemas itu bukan lagi aku. Aku yang secara perlahan aku tinggalkan.
Aku bahkan tak ingat lagi caranya menjadi ambisius, yang ada hanya harapan lalu melangkah sesuai tuntunan hati.
Aku bahkan lupa caranya marah, yang aku ingat justru bernafas lalu sudahlah jika memang sudah terjadi.
Mulutku tak mampu lagi berteriak (kecuali untuk bercanda), yang aku ingat adalah diam dan (kadang) tanpa sengaja air mataku menetes.
Aku bahkan lupa kapan terakhir marah, yang aku ingat adalah rasa kecewa lalu belajar memaafkan.
Aku bahkan tak ingat bagaimana caranya mengutarakan kesal, ya balik lagi aku sibuk mencari cara memaafkan.
Aku lupa bagaimana rasanya dimanja, yang aku ingat adalah bagaimana caranya mengerjakan sesuatu dan bertahan hidup sendiri. Aku hanya punya diriku sendiri. Tidak ada siapapun disini.
Dan banyak hal yang aku lupakan ttentang diriku dimana lalu.
Seingatku, aku bukan aku dan perlahan aku yang sekarang pun akan menjadi bukan aku yang sekarang. Aku ya, entah aku sedang belajar menjadi bukan aku hingga aku mampu melepaskan semuanya, terbang bebas menjadi manusia tanpa ikatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar