Senin, 03 Agustus 2015

I'm not the only one (the End)









(NB: Foto ini hanya ilustrasi, thanks buat yang mengambil foto ini, mungkin kak mega)






#Pertemuan Kemarin & Pesan Hari ini


Hingga akhirnya, saya menyadari. Menjadi lebih paham.
Paham bahwa saya tidak sendiri. ada banyak orang yang menyanyangi saya.
Siap datang memeluk.
Siap mendengarkan.
Siap memahami.
Siap menyadarkan kalau pas saya lagi gak melek. Gak mawas sama keadaan.
Seperti pertemuan kami kemarin.

Setelah 2 tahun berpisah. Kepergian  Bu Diah F, beliau datang namun dengan waktu yang sangat terbatas. Dua tahun tentu ada banyak kisah yang ingin saya ceritakan. Ada banyak tantangan yang ingin saya pecahkan. Sayangnya, sekali lagi waktu kami terbatas. Lalu dalam pertemuan singkat itu, beban beban ini terasa lebih ringan dan memperoleh kesimpulan, "Dulu sulit dan terasa berat, sekarangpun masih sulit tapi terasa sangat ringan bahkan saya terkadang merasa hampir terbang (untungnya belum terbang, karena bobot tubuh masih berat)".

Kesimpulan itu berawal dari sebuah kalimat yang saya buka,
(Nb. dialog hanya gambaran, dibuat mirip tapi tidak sama)
Me : Dua tahun yang sangat sulit buat saya.
Bu D : Begitupun dengan, ibu,
Me : Ohya, gimana?
Bu D : Oh, itu tidak penting. Kamu bagaimana?
Me : Ya, (Blablablabla #sebagian cerita ada diblog ini)
Bu D : ...
Me : ... (kemudian saya lupa percisnya. intinya adalah belajar tentang meditasi).

Saya lupa beberapa bagian seperti sponsor Bu D dipanggil oleh orang. Menemui orang dan lain sebagainya. Namun, beberapa saat setelah pertemuan itu, saya memeluk ibunya. Pesannya sederhana sekali, "selaraskan dulu diri sendiri." Pesan itu mengingatkan saya pada pesan ibunya tadi. Ketika obrolan tadi ibunya hanya mengingatkan, bahwa kita tidak bisa mengubah lingkungan kita. Tidak mungkin bagi kita mengubah orang lain. Terlalu sulit. Sangat sulit. Terlebih orang lain tidak mau berubah. Cara termudah adalah, kitalah yang berubah. Terkadang keputusan yang kita ambil terkesan egois, tapi keputusan dengan penuh kesadaran itu akan membawa dampak yang baik bagi kita dan orang lain. Efeknya untuk jangka panjang. Sepeti pesan-pesan bijak lainnya, untuk memperbaiki hal-hal diluar diri kita, kita hanya cukup melakukan satu hal yang mudah juga sulit "perbaiki diri sendiri". Simpelnya begitu.


Dengan memperbaiki diri sendiri semua pandangan dapat berubah. Contoh singkatnya adalah pandangan yang saya miliki. Dulu ini semua terasa berat. Tapi kini saya paham tantangan (atau orang biasa sebut masalah) tentu dialami semua orang di dunia ini. Tantangan itu kemudian kita ibaratkan sebuah tas dan bebannya. Tas yang besar tak mengisratkan bahwa tas itu penuh dan menjadi berat bagi se penggendong. Begitu juga tas yang kecil, belum tentu ringan. Bukankan berat dan ringan sebuah kata sifat? Kata sifat hanya berada pada tatanan rasa. Berat, ringan, kita merasa. Belum tentu benar terjadi. Jadi, bisa saya tantang ini mampu membawa kita pada permainan yang lebih asyik. Permainan yang membuat kita mengambil sebuah keputusan kemudian membawa kita kepada keputusan lainnya. Tentunya setiap keputusan membawa konsekuensinya sendiri-sendiri yang terkadang membuat kita berpikir akan tepat-tidak tepat keputusan yang kita ambil.

Ah, tepat tidak tepat bukankan kembali lagi perkara pandangan?
Bukankan pada dasarnya setiap keputusan adalah tepat, asalkan kita siap bertanggungjawab pada konsekuensinya. Seperti juga, keputusan mengakhiri pertemuan kemarin. Pengakhiran dengan konsekuensi adanya beberapa hal yang belum terselesaikan.


Kemudian, akhir dari pertemuan kemarin adalah pelukan hangat dari dua guru besar saya Mrs. Diah F dan Mrs. Diah L. Hari yang luar biasa. Kemudian, saya tak ingin lagi mengatakan dua tahun yang berat, saya suka mengatakan dua tahun yang luar biasa. Penuh pembelajaran. Luar biasa, banyak terjadi perubahan. Dari kaku jadi fleksibel. Dari awalnya tembikar pelan-pelan jadi bola bekel walaupun pentalannya belum tinggii. Hingga kesadaran bahwa akhir pertemuan kemarin, akhir dari cerita ini belumlah berakhir. Cerita hari ini bahkan baru berawal karena setiap hari adalah awal harapan baru. Awal kita melepaskan bibit-bibit untuk ditanam menjadi sebuah pohon. Awal untuk mengepakkan sayap-saya kebaikan hingga akhirnya mampu mendorong kita terbang seringan kapas. Dalam mengusahakan ini, kita semua dihadapkan pada tantangan. Pastinya tidak sendiri.

Jadi, kayak lagunya Sam Smith

"I Know I'm not the only one"
So, Keep Strong, 


Selamat bertumbuh
Selamat menemukan jalan hidup
Selamat berjuang dalam menerima maupun penerimaan,
Semoga berbahagia dan setiap penerimaan jalan hidup kita 

Selamat berevolusi untuk memiliki sayap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar