Jumat, 06 Februari 2015

If, If, If


"Jika aku bisa mengulang waktu, aku ingin sekali .... "

Sebuah kalimat yang cukup sering aku dengarkan. Mengisyaratkan sebuah penyesalan. Yah, aku katakan sebuah penyesalan. Bagaimana tidak, jika kita ingin mengulang waktu pasti ada yang ingin kita perbaiki bukan? Sesuatu yang perlu diperbaiki tentu sesuatu yang salah. Iya atau ya?

Kalau aku, jika aku bisa mengulang waktu, aku ingin sekali SEMUA BERJALAN SEPERTI INI. APA ADANYA. Yah, tak ada hal yang ingin aku ulang. Sudahlah sudah berlalu.

Kadang kita berpikir ini yang mungkin akan lebih baik. Begitu mungkin jauh lebih baik. Tapi percayalah bahwa BEGINILAH yang TERBAIK. Aku tahu bahwa sebagian hidupku mungkin pincang. Tapi, sudahlah. Berdamai dengan segala kepincangan yang ada adalah jalan terindah yang bisa aku pilih.

Kadang pemikiran mengulang waktu terbesik dipikiran, tidak bisa dipungkiri. Namun, sekalipun itu terbesik tapi bukankan mengulang waktu adalah hal yang mustahil. Jadi jika terus saja membahas itu, semua kehidupan akan stagna di situ.

Jadi, jika ada kesempatan mengulang waktu, satu-satunya keinginanku adalah aku tetap menjalani semuanya seperti. Entah itu keluarga, kuliah maupun asmara. Aku suka dan aku mencintai semua terjadi seperti ini.

Aku menyadari di tengah guncangan keluarga ini, terkadang menyakitkan menjalani semua sendiri. Tapi aku tahu bahwa beginilah aku didewasakan. Dengan cara inilah aku mulai mengerti bahwa sesekali orang dewasa akan bertengkar seperti anak-anak. Tapi cara mereka menyelesaikan tidak sama seperti anak-anak. Lama mereka menyelesaikan pertengkaran sungguh berbeda dengan anak-anak. Yah, semua perlu berproses untuk menjadi dewasa.

Begitulah aku mulai mengerti dan belajar mencintai hidupku. Menerima segala luka yang pernah hadir. Dari segala arah luka yang pernah ada, aku senang ia pernah datang mengajarkanku cara mengobati. Dari jatuh yang pernah aku alami, aku senang aku telah belajar untuk bangkit. Dari kehilangan yang pernah aku jalani, aku senang aku belajar menemukan.

Kepada hidup dan segalanya yang pernah hadir, aku berterimakasih.
Kepada cinta yang mencintaiku kelak, aku senang kita sedang didewasakan kehidupan untuk saling percaya. Terimakasih. Terimakasih. Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar