Senin, 02 Februari 2015

Hati-hati dengan HATI

Hii, Welcome February, (telat tehari sih, but gak papa lah ya)

Selamat datang bulan penuh cinta..
Orang berkata bulan ini penuh cinta bukan?
Mari kita chek, apakah hati anda sudah penuh cinta ?
Masihkah ada luka di hatimu yang indah itu?
Jika ia mari diobati dengan cinta.

Siang ini saya berbagi cerita dengan seorang teman. Ia bercerita tentang temannya. Tentang seorang teman yang akhirnya masih sendiri karena hatinya pernah terluka. Sebuah luka yang mungkin menyisakan bekas menyakitkan. Membuat saya teringat kisah Ceria.

Bagi beberapa orang mungkin mengobati hati bukanlah perkara mudah (sy contohnya). Mengobati hati perlu ketegasan. Megobati hati perlu keberanian. Mengobati hati perlu kesabaran. Mengobati hati perlu keikhlas. Banyak hal yang diperlukan untuk mengobati hati. Satu hal yang penting adalah TEKAD. Tekad untuk terus berjuang mengobati.

Nah, beberapa orang yang sulit itu terkadang terus menyimpan lukanya hingga akhirnya mengurung mereka dalam belenggu masa lalu .

Jadi berhati-hatilah ketika berusan dengan hati.
Hati itu kuat. Tapi dia kuat yang kadang rapuh. Hati itu tidak pernah salah, tapi kadang ia tidak didengarkan hingga akhirnya suaranya benar-benar tidak terdengar maka ia sudah tidak terlatih lagi.

Jadi mengutip kata seorang dosen, "mari melatih hati"

SELAMAT MENGIKUT KATA HATI,
SELAMAT MENCINTAI DALAM BULAN PENUH CINTA ini






Tidak ada komentar:

Posting Komentar