CLBK ... Pernahkah mendengar singkatan itu?
Yup, CLBK atau cinta lama bersemi kembali.. Hehehe, karena dalam perjalanan beberapa hari lalu saya lagi ngebahas CLBK SD dengan seorang dosen jadi saya pingin nulis topik ini.
Um, kalau bagi saya sih CLBK itu CINTA LAMA BELUM KELAR.
Yah, biar itu tidak terjadi makanya ya kelarin dong. KELARIN.... wkwkwkw
Pada pernah dong, suka sama seseorang tapi dipendam lama, lama hingga akhirnya membusuk dan rasa itu menghilang. Atas disimpan selamanya hingga sekarang. Gak pernah disampaikan. Saya gak paham ya kenapa ada kisah seperti ini. Tapi saya percaya ini pilihan. Btw, mungkin semua atau yah sebagian besar dari kita mungkin mengalaminya. Sebuah kisah yang tak pernah diakhiri atau bahkan berakhir sebelum dimulai. Yahaaa,... Saya sendiri pernah mengalaminya. Yup....Kisah yang diakhiri sebelum semua kisah itu dimulai.
Jadi ceritanya begini, wkwkwk... (Saya udah nahan tawa setiap mengingat kisah ini).
Nah, ceritanya ketika itu adalah aku yang masih unyu-unyu dan baru mengenal cinta pertama. Bertemulah saya dengan seseorang yang cerdas dan dikagumi banyak orang. Pemenang sebuah olimpiade (Sekalipun saya ikutan olimpiade tapi karena gak pernah dapat juara 1 jadi tetap aja jadi kagum sama dia yang dapat juara 1). Dan, ternyata kami memiliki jumlah pertemuan yang cukup banyak. Di kelas. Di organisasi. Sayangnya ya, dia gak pernah menghubungi saya. Sayangnya lagi, saya salah paham mengira dia bisa suka saya. Ehmm, anggaplah saya ngasi kode ke dia. Dan entahlah, mungkin dia tindak menbaca kode saya. Atau seringnya saya juga merasa dia ngasi kode ke saya. Dan jadilah kami main kode-kodean hingga 6 tahun (OMG, udah kayak pramuka aja. Kode dan morse..) Sayangnya semua itu cuma sekadar kode. Dan gak pernah berlanjut menjadi sebuah hubungan yang serius. Serius demi kaki ikan, gue akhirnya ketemu cowok yang buat gue bisa move on.
Karena ketemu nie cowok gue jadi belajar banyak kalau cinta itu butuh keberanian, man. Gue banyak mereview kehidupan gue sama si kode morse ini. Ehm, benar. Aku gak pernah berani menunjukkan secara jelas maupun mengutarakan bahwa aku menyukainya. Kami cuma main kode-kodean.
Jadi itu cinta yang gak pernah kesampaian kan? Ups, maksudnya gak pernah aku sampaikan. Dan, kemudian kami bertemu dalam sebuah pertemuan (emang dasarnya tetap sering ketemu sih walaupun udah pisah sekolah tetap satu kampus). Untungnya ya, dikamus hidup gue gak pernah yang namanya CLBK.
Jadi apa yang telah terjadi udahlah. Loe dan Gue udah. Udah selesai. Dengan bertemunya dengan orang baru ini maka berakhirlah sudah semuanya. Gimana caranya kelarin?
Kelarin sebuah kisah itu sebuah prinsip hidup, man. Kalau gue sih, apa yang sudah berakhir ya sudah berakhir. Ketika udah memiliki kehidupan baru maka ya sudah apa yang sudah lewat maka tidak berhak mengusik hidup gue lagi. Kenapa? Karena menurut gue, dia yang dulu pernah pergi adalah dia yang gak pernah menghargai gue. Atau orang sering bilang, "ada yang lebih baik buat kita". Jadi, ketika dia udah pergi, udah. Udah gue gak akan meletakkan dia di masa depan. Cukup dia ada di masa lalu gue. Jadi gak ada tuh istilah cinta lama belum kelar apalagi sampai bersemi kembali. NO. TIDAK. TIDAK AKAN.
Oke, begitu saja... Jadi ketika sudah melangkah ke depan, buat apa melangkah menuju belakang? Bukankah itu namanya mundur?
Bukankan mundur itu suatu kemunduran?
Jadi mau hidup kita mundur?
Tapi itu kan prinsip gue ya. Kita berhak punya prinsip hidup masing-masing dengan segala tanggungjawab yang kita miliki.
Uhm... Sudah Itu saja.. Selamat menikamati senja yang indah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar