"How we let our hearts be strong"
Seberapa sering hidup mengecewakanmu?
Membuatmu terangkat lalu terjatuh tertimba roda bernama nasib?
Seberapa sering sakit rasa kecewa itu membuatku terbelenggu? Merasakan merananya turbulensi kehidupan?
Menyakitkan? Sedih? Sebal? Takut kecewa lagi?
Haha, manusia mana di dunia ini yang tidak pernah kecewa. Manusia mana juga yang tidak mengecewakan. Keinginan kita terhadap sesuatu. Harapan yang terlalu tinggi akan sesuatu ataupun seseorang sering kali menghadapkan kita pada kekecewaan. Tapi, bukankan kekecewaan itu mendewasakan?
Mari kita ingat, kapan terakhir kali kita dikecewakan oleh sesuatu atau seseorang?
Tadi. Semalam. Kemarin. Kemarin lusa. Atau telah lama berlalu.
Kecewa pada dasarnya emosi yang wajar. Wajar dong kita kecewa ketika tidak mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Wajar juga kita kecewa ketika kita telah berharap tapi tidak terjadi. Sayangnya, kita akan bersedih jika sesuatu terjadi ketika tidak sesuai harapan. Yah, wajar. KECEWA wajar.
Tapi bukan seberapa sering hidup mengecewakan kita. Bukan seberapa sering harapan menjatuhkan kita pada lubang bernama kekecewaan. Kekecewaan mengajarkan kita untuk tetap berharap sekalipun hidup atau seseorang atau sesuatu terjadi tidak sesuai harapan. Ya, hidup dan kekecewaan membuat kita bisa lebih bersahabat kepada sisi lain kehidupan bernama HARAPAN. Begitulah hidup terkadang menguatkan hati kita. Kuat bersama harapan yang terkadang pupus tapi tetaplah memiliki harapan. Jadi, seberapa sering hidup membuatmu merasa kecewa? Masihkah kita memiliki harapan?
Mari tetap berharap pada kehidupan yang akan mengajarkan kita mengenai kedewasaan.
Seseorang yang kuat adalah seseorang yang telah jatuh berkali-kali tapi tetap hidup bersama harapan.
Selamat bertumbuh,
Selamat bersahabat bersama harapan dan kekecewaan,
Cheers, Keep Strong and Smile
-Naya Kanata-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar