Minggu, 19 Agustus 2012

Part 1

Rintik hujan terdengar merdu di telingaku. Suara derap langkah air dari langit ke tanah nampak jelas. Indah. Nyaring. Membuatku rindu. Suara itu begitu lembut namun pasti. Selembut nafas yang mengiringi kepastian rinduku. Oh, aku yang terpisah puluhan bahkan mungkin ribuan mil darinya. Aku yang kini mengelana beberapa di negeri orang. Yah, aku tak yakin mampu menopang kerinduan ini.

Perasaan ini, begitu membuat diriku... apa yang dapat ku sebut ? Aku tak yakin ini sebuah penderitaan. Aku pun tak yakin ini sebuah kebahagiaan. Ini adalah sebuah perasaan yang tidak jelas, tapi begitu nyata.

Walau ini hanya lima hari, aku tak yakin mampu hatiku mampu menopang kerinduan ini, Aku rindu dirimu yang tersenyum padaku setiap kali kita bertemu. Aku rindu ketika kau ku abaikan, aku bersabar. Aku rindu, ketika kau begitu mengerti aku yang kekanak-kanakan. Aku rindu semua hal tentangmu dan cintamu.

Dulu, yah itu dulu. Ketika kita bersama. Ketika kita masih menulis cerita dengan cinta dan kecembuaruan antara kita. Sepulu tahun berlalu, tak membuatku berhenti merindukanmu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar