Selasa, 25 November 2014

SELAMAT HARI GURU


Teruntuk Guru-guru kehidupan,

Hari ini Indonesia merayakan hari guru. Yang aku tahu banyak murid hari ini merayakan hari guru teruntuk guru-guru di sekolah. Upacara bendera, lepas merpati, menyanyi adalah serangkaian perayaan yang pernah aku ingat untuk memperingati hari  guru. Tapi aku, hari ini aku tidak melakukan apapun.

Dari hatiku, aku hanya berterimakasih kepada seluruh guru yang pernah hadir dalam hidupku.
Bukan hanya guru sekolah, tapi semua guru yang pernah hadir. Dengan kata lain, semua orang dan semua kejadian serta situasi yang pernah mampir ataupun tinggal dalam hidupku.

Mengenai orang, ada beberapa orang yang hadir tapi tidak tinggal
Ada orang yang hadir sekadar lewat.
Atau ada orang hadir untuk tinggal.
Semuanya tentu ada dalam kehidupan ini.

Kepada orang yang pernah hadir tapi tidak tingggal,
aku berterimakasih karena mengajariku tentang arti kehilangan sehingga aku dapat belajar mengenai berlapang dada.
Kepada orang yang sekadar lewat seperti cinta yang kulepaskan,
aku berterimakasih pernah datang, menolak dan mengajariku arti menerima.
Kepada orang yang pernah membuat aku MERASA terluka,
terimakasih telah datang karena aku mengerti cara berlajar mengobati.
Kepada orang yang menerimaku,
aku berterimakasih telah menjadi panutan.
Kepada orang yang mencintaiku (cuma keluargaku sekarang)
aku berterimakasih karena membuatku merasa di terima.
Kepada seluruh orang yang pernah hadir,
aku menerima dan mencintai setiap episode yang pernah kalian hadirkan.
Mungkin aku pernah menolak episode yang pernah tampil diantara kita,
namun ketika aku telah sembuh dan mengingat kembali setiap episode yang pernah hadir diantara kita,
aku tersenyum karena sesakit apapun terjatuh itu, aku tahu aku mampu melewati dan mengobati lukaku asalkan aku bertahan.

Kepada seseorang yang (akan) rela tinggal,
terimakasih telah mengajariku arti bersabar.
Sabar itu....
Ah, kau isi saja sendiri titik, titik itu.
Kamu tahu, betapa menjenuhkannya menunggumu di ujung jalan?
Hahaha, lelah terkadang.
Rasanya lama sekali.
Kenapa lama sekali kita dipertemukan?
Aku tak tahu pasti.
Tapi yang aku yakini, kamu yang terbaik untukku sedang dipersiapkan untuk dewasa seperti juga aku yang sedang berlatih menjadi dewasa.
Ruang dan waktu memang menjadi pemisah diantara kita sekarang (hingga aku menulis ini).
Tapi suatu saat ruang dan waktu yang tepat akan mempertemukan kita.
Membuat kita bersama dan merawat sebuah rumah bernama keluarga.
Hey, engkau yang (akan) rela tinggal.
Aku selalu penasaran, tapi aku percaya padamu yang jauh disana.
Untuk sementara, aku hanya memiliki diriku sendiri untuk bertahan menghadapi kehidupanku ini.
Seperti ketika hatiku begitu sakit semalam,
Seperti ketika aku begitu gugup menghadapi ujian hari ini,
Seperti ketika aku merindukan keluargaku yang dulu,
Seperti ketika aku kesepian,
aku ingin sekali kamu di sisiku setidaknya meminjamkan bahu untuk aku tersedu dan terisak,
tapi aku sadari bahwa kamu juga sedang berjuang sepertiku,
Jadi, untukmu selamat berjuang dan semoga kehidupan yang sedang kita jalani sekarang menjadi guru agar kita bisa bersama sebagai pribadi yang utuh.

Untuk alam yang selalu menjadi guru terbaik semua makhluk.

TERIMAKASIH untuk semua kehidupan yang pernah hadir.
Kepada guru-guru terindah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar