Rabu, 12 Februari 2014

VCT, Buat Apa ?

Woowooo, hari apa yang paling aneh? Setiap hari. Gak terkecuali hari ini. Sebenarnya bukan hari aneh sih, tapi hari yang hebat.
Setelah ngukur jalan bawa proposal dari nusa dua ke gatsu (denpasar bagian utara). Lanjutannya ikutan mobile sambil cari mangsa (boleh dibaca cari pacar atau lebih bagus cari subjek penelitian,wkwkwk). Nah, mobile ini sebenarnya salah satu program dari KISARA (Kita Sayang Remaja) untuk pelayanan tes IMS dan VCT (tes untuk mengetahui status HIV). Nah, saya nimbrung aja sih ikutan sekalian cari yang tadi.

Setelah melihat banyaknya orang yang donor darah dan mau tes, akhirnya saya tanya ke teman konselor apa saya udah bisa tes? Ini sekitar yang ke-3 kalinya saya nanya, hehehe. Akhirnya, finally, dan kabar baiknya saya sudah bisa tes karena reagennya sudah mencukupi, keheheee..

Waktu tes bingung juga jawab pertanyaannya, karena pertanyaannya lucu-lucu, wkwkwk (mau tahu pertanyaan tesnya, makanya tes aja). Sebenarnya aku tes, bukan karena sudah berganti pasangan atau menggunakan narkoba, tapi karena kebutuhan. Kebutuhan? Kebutuhan apaaah? Kabutuhan dari kekepoan saya. wkwkw... Saya pingin tahu aja. Bukan hanya itu aja sih. Sebagai orang yang ngasi ceramah dan merekomendasikan orang untuk VCT saya membutuhkan melakukan tes tersebut. Sepengetahuan saya, saya memang tidak beresiko, tapi siapa yang tahu kalau besok saya ngasi ceramah dan ditanya, "kamu sendiri undah tes belum?" yah, masak saya diam dan bilang saya belum tes? Gaklaaah, so saya perlu tes. Selain itu juga, kita emang perlu tes, biar tahu ajaheheheee. Mau tahu info lebih lanjut mengenai info VCT, yuuk baca majalah emob edisi Maret, atau bisa kepoin webnya di www.kisara.or.id.

heheheee
yuk, tes. apalagi kamu yang berisiko :)


NB : Jujur ya, saya takut juga tes ini, bukan karena hasil tesnya, tapi karena tesnya musti ambil darah. whuhahaaa, hal hasil, sungguh saya nanti cukup hamil 1 kali aja, anak kembar. Gue gak mau setiap hamil musti tes darah, iyuuuh, sakiiit. Oiya, penting untuk diketahui, ibu-ibu hamil disarankan buat tes ya (y)

Minggu, 02 Februari 2014

Great Day

Biarlah apa yang menjadi disini, tertinggal disini #ubud


Hari ini saya dan seorang teman relawan KISARA mengikuti pelatihan hari kedua di UBUD. Pelatihan undangan dari The Bali Chidren Project ini merupakan pelatihan fasilitator. Berkaca dari pelatihan hari pertama yang membuat kelelahan pada kami, kami memutuskan untuk menginap di sebuah tempat yang telah disediakan oleh BCP.

Nah, sembari mengisi waktu luang mumpung di ubud nih, kami memutuskan jalan-jalan. Awalnya sih kami memutuskan untuk ke sebuah toko roti untuk membeli beberapa buah roti yang mejeng di sana. Puas dengan mendapatkan beberapa roti, kami akhirnya mencari tempat memakannya. Nah, si Ari nih yang tahu banyak tempat ngajak untuk pergi ke sebuah restoran yang letaknya di dekat sawah. Maksudnya untuk mencapai tempat tersebut kami harus melewati sawah, yang uniknya di sawah ini ada banyaak kunang-kunangnya.



Sumpah, jalan menuju ke restoran tersebut gak bagus banget. Saya musti turun motor dan jalan kaki biar motornya bisa berjalan (ada kemungkinan karena kami sama-sama kelebihan berat badan,wkwkw #skip). Jalan beberapa lama, akhirnya kami sampai di jalan yang sangat sempit yang hanya bisa di lalui satu motor. Dan, woooow, benar di tengat sawah ada banyaaak kunang-kunang. Sangat cantik. Well, dalam hati saya berucap semoga suatu hari nanti saya dan seseorang yang mencintai saya dapat ke tempat ini. Menikmati pemandangan secantik ini adalah hal yang menyenangkan (apalagi sama pacar). Ternyata oh ternyata bukan hanya saya yang kagum dengan tempat ini. Ari juga. Nah, saking terlenanya dia dengan pemandangan itu maka jatuhlah kami ke sawah. Kakinya kepeleset sehingga masuk ke selokan sawah yang menyebabkan motor kami oleng dan jatuh ke sawah. Yaah, batal deh pergi ke restorannya. Tapi kami tetap tertawa gembira karena hari ini sungguh konyol. Jatuh ke sawah, haa. Coba deh, seru banget loooo :)