Ya, mungkin aku yang terlalu hati-hati.
Aku hati-hati ?
Iya. Begitulah kenyataan yang dapat dipungkiri, Spidometer menunjukkan kecepatan motorku hanya 40 km/jam. Hati-hati? Itu keterlalu hati-hati namanya untuk ukuran jalan baypass.
Satu penyebab pasti, kelambanan motorku adalah kecepatan otakku berpikir.Tak kalah dengan banyaknya motor yang berlalu itu, pikiran di otakkupun banyak melintas.
Aku jatuh cinta. Sayangnya, aku kembali jatuh cinta dengan orang yang salah. Ini adalah kesekian kalinya aku jatuh cinta dengan orang yang salah. Harirama, kamu adalah yang pertama. Aku terluka dan menimbulkan trauma mendalam di diriku. Apa setelah itu aku tidak pernah jatuh cinta ?
Oh, ternyata setelah aku berpikir kembali. Sudah 3 kali aku kembali jatuh cinta. Namun akhirnya, aku kembali padamu, Harirama. Mungkin bukan kembali, namun menjadikanmu tameng.Atau mungkin aku memang tak pernah jatuh cinta lagi. Aku hanya mencintaimu. Aku tak yakin. Ini hanya mungkin.
Pertama, mungkin cintaku padamu telah sangat mendalam. Aku tak bisa melepasmu. Aku tak mampu mengikhlaskanmu. Hingga sakit yang kurasa karena mencintaimu membuatku tak mampu lagi mencintai orang lain. Ini hanya mungkin.
Kemungkinan lainnya adalah aku jatuh cinta. Contohnya saat ini, aku jatuh cinta dengan seseorang yang bersamaku. Menemaniku bekerja. Rekan kerjaku. Seorang senior dalam pekerjaan ini. Namun belakangan aku tahu, dia pernah juga menjalin hubungan dengan rekan kerjanya yang membuat mereka tak berakhir bahagia. Beberapa hari lagi, aku akan mempertemukan mereka. Dia dan mantan kekasihnya, dan tentunya ada aku. Jika benar aku mulai mencintainya, aku akan sakit. Jalan satu-satunya adalah mengingatmu Harirama. Menceritakan bahwa aku masih mencintaimu. Agar perasaan cintaku padanya tak ia ketahui. Semua berakhir bahagia, walau hatiku sakit mengingatmu Harirama. Mungkinkah begini ? Mungkinkan inilah yang selama ini ku lakukan ? menjadikanmu tameng. Oh, Harirama. Aku tak tahu. Semua mungkin. Hanya mungkin. Dan akupun tak tahu bagaimana perasaanku saat ini.
Aku hanya ingin, sesuatu yang kita awali dengan baik berakhir dengan baik.
Di bawah bayang putih abu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar